Kamis, 02 Mei 2013



NAMA            :LETI SIANA
NIM                :G1B012016
KELAS           :KESMAS A
DASAR-DASAR ILMU KEPENDUDUKAN
Sumber data demografi terdiri dari : sensus penduduk, registrasi penduduk, survei penduduk. Perubahan jumlah penduduk di suatu daerah dipengaruhi oleh tingkat kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). Oleh karena itu, jumlah penduduk di suatu daerah harus selalu dicatat atau didata tingkat perubahannya.

1.      Sensus penduduk.
Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan, penyusunan, pengolahan, dan penerbitan data yang bersifat demografis, ekonomis, dan sosial dari suatu wilayah atau negara tertentu dan dalam waktu tertentu.  Sensus penduduk dilakukan dalam jangka waktu 5 atau 10 tahun. Di Indonesia, sensus penduduk dilakukan setiap 10 tahun.

Keunggulan:
a.       Dianggap paling akurat
b.      Lengkap cakupannya
c.       Terbebas dari pengaruh kesalahan sampel (sampling error)
d.      Dapat digunakan sebagai dasar perencanaan
e.       Dapat digunakan sebagai sampling frame untuk survai lain.
Kelemahan
a.       Biaya sangat mahal (menyeluruh)
b.      Sensus penduduk periode 10 tahunan, kemungkinan setelah beberapa tahun sudah banyak perubahan; kelemahan umur, tanggal.pernikahan, kapan melahirkan
c.       Sering terjadi content error, kesalahan dalam pencacahan dan jawaban responden
d.      Kemungkinan tidak semua tercacah.
Terdapat dua jenis sensus, yaitu sensus de jure dan de facto. Sensus de jure adalah pencatatan penduduk yang didasarkan atas bukti hukum yang dimiliki penduduk berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Adapun sensus de facto adalah pencatatan penduduk yang didasarkan pada setiap orang yang ada dan berhasil ditemui petugas di suatu daerah, walaupun mungkin orang tersebut bukan penduduk daerah yang bersangkutan.
Keunggulan pelaksanaan sensus de jure, di antaranya sebagai berikut:
1.                            Jumlah penduduk yang tercatat adalah penduduk yang betulbetul memiliki bukti kependudukan secara sah dalam sistem pemerintahan.
2.                            Pelaksanaan sensus tidak harus bersamaan waktunya dan serempak karena hanya penduduk yang memiliki bukti kependudukan yang disensus.
3.                            Kemungkinan terjadinya pencatatan dua kali atau lebih pada penduduk yang sama dapat dihindari.
Adapun kelemahan pelaksanaan sensus de jure, di antaranya sebagai berikut:
1.      Penduduk yang tidak memiliki bukti tanda kependudukan (KTP) tidak akan tercatat sebagai penduduk meskipun orang tersebut lahir dan tinggal di tempat tersebut.
2.      Jumlah penduduk yang tercatat tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang sebenarnya.
3.      Data hasil sensus apabila digunakan untuk kepentingan perencanaan yang berkaitan dengan layanan publik tidak akurat.
Keunggulan pelaksanaan sensus de facto, di antaranya sebagai berikut:
1.      Jumlah penduduk yang tercatat adalah jumlah riil di suatu tempat.
2.      Dilakukan secara serempak di setiap daerah sehingga data cepat terkumpul dan lebih cepat diolah.
3.      Data yang diperoleh dapat digunakan untuk kepentingan perencanaan yang berkaitan dengan layanan publik.


Adapun kelemahan pelaksanaan sensus de facto, di antaranya sebagai berikut:
1.        Kemungkinan pencatatan dua kali atau lebih pada penduduk yang sama dapat terjadi.
2.        Untuk negara kepulauan yang luas diperlukan petugas dan dana yang cukup besar karena harus dilakukan secara serempak.
3.        Bagi daerah yang mobilitas penduduknya sangat dinamis, seperti di laut, pesawat, kereta, atau kendaraan lainnya kemung kinan tidak tercatat.

2.      Survei penduduk
survei adalah suatu cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karakteristik suatu  populasi tertentu pada saat tertentu. Yang membedakan survei dengan sensus adalah: cakupan penduduk yang dicacah. Dalam sensus seluruh penduduk dicacah, sedangkan dalam survei hanya mencacah sebagian penduduk saja. Fleksibilitas pelaksanaan. Sensus harus dilakukan secara periodik, sedangkan survei bisa dilakukan kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Topik/aspek yang dikumpulkan, sensus pada data demografi, sosial ekonomi secara global, survai dapat dilakukan dengan topik topik yang lebih beragam, spesifik, rinci sesuai kebutuhan.
Kelebihan survei:
a.       data yang diambil lebih konkrit atau mendalam.
  1. dapat dilakukan kapan saja ( tidak dalam kurun waktu tertentu).
  2. data yang diambil sesuai kebutuhan.
  3. melengkapi data survei penduduk.
  4. sample (contoh) sedikit penghematan terhadap biaya, waktu, dan tenaga.
Kelemahan survei: 
a.       tidak semua terwakili karena data yang diambil sesuai keinginan pengambil data.

3.      Registrasi penduduk.
adalah suatu kegiatan pencatatan mengenai kelahiran hidup, kelahiran mati, kematian, perkawinan, perceraian, adopsi, termasuk pengakuan pengesahan, pembatasan, dan pemisahan yang dilakukan secara terus-menerus dan kerkesinambungan ( PBB 1955) Istilah Registrasi digunakan karena registrasi ini berfokus pada kejadian sejak orang lahir dan menjadi anggota suatu komunitas, sampai meninggal, serta semua perubahan status yang dialami antara keduanya seperti menikah dan bercerai.   
Kelemahan :
1.       Pendaftaran penduduk de jure.
  1. Informasi yang disajikan sedikit.
  2. sangat tergantung sistem, petugas, kesadaran masyarakat.
  3. kelengkapan dan kecermatan data tergantung konsistensi dan kontinyuitas pencatatan.
Kelebihan:
1.       Dapat diketahui perubahan penduduk setiap waktu.
2.       Biaya lebih murah.













NAMA            :LETI SIANA                                      TUGAS DASAR-DASAR
NIM                :G1B012016                                    ILMU KEPENDUDUKAN
KELAS                        :KESMAS A 2012

Pengaruh Pertumbuhan Penduduk terhadap Masalah Kesehatan Masyarakat.

            Laju pertumbuhan penduduk tinggi menyebabkan jumlah penduduk meningkat, hal tersebut dapat menimbulkan masalah diantaranya:
1.      Ketika pertumbuhan penduduk meningkat lahan-lahan produktif menjadi tidak produktif seperti halnya lahan-lahan persawahan, taman kota, yang kemudian dijadikan lahan pemukiman padat penduduk yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Jika masyarakat berada pada lahan yang padat, otomatis jarak antara rumah yang satu dengan rumah yang lain sangat dekat atau hampir tidak ada sekat, hal tersebut dapat menimbulkan polusi seperti polusi udara, polusi suara, polusi air, yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Terlebih jika masyarakatnya kurang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu penularan penyakit juga dapat menyebar dengan cepat.
2.      Laju pertumbuhan penduduk yang cepat apabila tidak diimbangi dengan pemenuhan lapangan kerja, hal tersebut dapat menimbulkan adanya kemiskinan. Kemiskinan tersebut akan menimbulkan dampak buruk bagi sektor kesehatan. Masyarakat miskin yang seharusnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, justru sulit untuk mendapatkannya dikarenakan karna ketidakpunyaan biaya. Walaupun pemerintah sudah mengusahakan pelayanan yang baik bagi warga miskin seperti JAMKESMAS, JAMPERSAL, ASKIN namun layanan itu masih sulit untuk diakses oleh warga miskin. Untuk mendapatkan pelayanan tersebut masyarakat miskin harus mengurus surat-surat yang merepotkan dan membutuhkan waktu lama untuk mengurusnya padahal orang sakit harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat. Oleh sebab itu angka kematian menjadi tinggi terutama pada kalangan masyarakat miskin. Selain itu terdapat perbedaan perlakuan antara orang miskin dan orang kaya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Biasanya orang kaya ditempatkan di ruangan VIP dan mendapat fasilitas yang cepat dan tepat, sehingga kalau orang kaya sakit masuk rumah sakit kemungkinan untuk sembuh besar. Sedangkan orang miskin yang kekurangan biaya mendapat pelayanan yang lambat dan kurang nyaman seperti ditempakan dilorong-lorong rumah sakit, sehingga bukannya sembuh malah tambah sakit atau bahkan meninggal dunia.
3.      Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, seharusnya diimbangi dengan pemenuhan fasilitas layanan kesehatan yang maksimal dan merata. Tetapi kenyataannya fasilitas kesehatan dibeberapa daerah belum terpenuhi dan merata. Fasilitas kesehatan terpusat di daerah perkotaan sehingga daerah pedesaan kurang mendapat fasilitas. Hal tersebut menyebabkan masyarakat yang sakit ada yang tidak tertampung atau bahkan harus berebut fasilitas. Masyarakat miskin yang sakit ditempatkan di lorong-lorong sehingga bukannya sembuh ketika dirawat malah tambah sakit atau bahkan meninggal.
4.      Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan pelayan kesehatan seperti dokter, perawat, kesehatan masyarakat, apoteker, bidan tentu akan menyebabkan masalah kesehatan. Seperti halnya jika disuatu daerah seperti Papua yang kekurangan dokter dan pelayan kesehatan lainnya  maka akan banyak timbul masalah kesehatan. Masyarakat bingung mau berobat kemana, dan jika ada dokter pasti biaya berobatnya mahal sehingga masyarakat miskin mengurungkan niatnya untuk berobat. Tidak adanya sosialisasi kesehatan dari pelayan kesehatan terhadap masyarakat seperti tentang PHBS akan berdampak buruk pada perilaku masyarakat yang memiliki kebiasaan kurang menjaga kebersihan sehingga banyak timbul penyakit, penularannya cepat, dan angka kematiannya juga cepat. Selain itu tidak adanya sosialisasi KB dan alat kontrasepsi menyebabkan angka kelahiran menjadi tinggi sehingga wilayahnya semakin padat dan dapat menimbulkan penyakit.



Nama   :Leti Siana
NIM    :G1B012016
Kelas   :A Kesmas
Tugas   :Filsafat Logika ( mencari 2 paragraf berita lalu dikomentari )
Siapa Penerus Lorenzo Lestarikan Dominasi Iberia?
Randy Wirayudha - Okezone
Selasa, 4 Desember 2012 19:19 wib
Jorge Lorenzo Guerrero (kiri) & Rafael Nadal Parera, dua dari sekian atlet generasi emas Spanyol (Foto: Ist)
Publik Spanyol harus berterima kasih pada Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Berkat keduanya, prestis Spanyol di ranah olahraga tahun ini tetap terjaga – terutama Lorenzo karena sudah menjadi yang nomor satu di ajang MotoGP.

Spanyol yang menghuni wilayah Semenanjung Iberia di Selatan Eropa, beberapa tahun belakangan ini memang selalu mendominasi olahraga. Soal sepakbola, jangan ditanya lagi. Baik duo La Liga, Real Madrid dan Barcelona serta tim nasionalnya, sudah bikin silau mata dengan limpahan prestasinya.
 
Komentar:
1.      Dalam berita tersebut terdapat kalimat” Publik Spanyol harus berterima kasih pada Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Berkat keduanya, prestis Spanyol di ranah olahraga tahun ini tetap terjaga – terutama Lorenzo karena sudah menjadi yang nomor satu di ajang MotoGP” bukankah seharusnya tidak hanya Jorge dan Dani saja yang diberi ucapan terima kasih tetapi semua pihak yang turut serta dalam persiapan dan pelaksaan lomba tersebut. Keberhasilan seseorang tak lepas dari peran serta orang lain di dalamnya, seperti kita ketahui manusia selain sebagai makhluk individu manusia juga sebagai makhluk social yang senantiasa membutuhkan orang lain oleh karena itu sudah seharusnya kita mengucapkan terima kasih pada semua orang yang sudah terlibat, toh tanpa mereka mungkin Jorge dan Dani tidak dapat memperoleh kemenangan. Jorge dan Dani tak mungkin menang tanpa bantuan Tim yang hebat dan Solid serta pihak yang mendukungnya. Berita ini seolah-olah hanya memberikan penghargaan pada Jorge dan Dani, bukannya pada seluruh kerja Tim.
2.      Disitu disebutkan”berkat Jorge dan Dani prestis Spanyol di ranah olah raga tetap terjaga terjaga – terutama Lorenzo karena sudah menjadi yang nomor satu di ajang MotoGP”bukankah olah raga itu bukan hanya motoGP tetapi ada sepakbola, basket dlL. Jadi tidak hanya atlet motoGP saja yang perlu diberi penghargaan tetapi seluruh atlet olahraga.
3.      Soal sepakbola, jangan ditanya lagi. Baik duo La Liga, Real Madrid dan Barcelona serta tim nasionalnya, sudah bikin silau mata dengan limpahan prestasinya”bukankah yang membuat silau mata itu cahaya baik itu cahaya matahari, maupun cahaya dari alat elektronik seperti lampu, kalau prestasi apa membuat silau?mungkin yang benar adalah terkagum-kagum.